Mumet, Meriang.

October 27th, 2008 by Alus Setya Pambudhie

Hanya dalam waktu 2 hari aku ngalamin diare, berat badanku turun 4 kilo. Padahal usaha untuk gemuk sudah berbulan-bulan. :nohope:

Seringan apapun sakit itu, tetap terasa ga enak, memang banyak yang jengukin, banyak yang bawain buah, makanan, tapi tetep aja untuk memakannya terasa ga enak. Jadi inget kata Irfan dulu. “Kalau nt sakit fai, kami itu sedih juga seneng lho. Senengnya ya kaya sekarang, bisa makan apa aja”.

Satu yang selalu bagiku merupakan teguran, aku tidak sendirian di dunia ini. Yah, keluarga, teman, tetangga. mereka selalu ada. Aku semakin sadar kalau manusia adalah makhluk sosial, yang membutuhkan satu sama lain. Tidak ada alasan untuk menyakiti sesama.

Finally, setiap mereka yang sakit, seharusnya sadar betapa besar kenikmatan yang telah Tuhan berikan padanya. Ketika tuhanmu “iseng” untuk mencobamu sedikit, takkan kuasa kau mengelaknya. Asshikhhatu Tajun ‘ala ru-usil ashikhkha, La Yaraha Illa-l-mardha.

Alasan Cowok Mutusin Hubungan

October 26th, 2008 by Alus Setya Pambudhie

Di ambil dari buletinnya Nabila

SEORANG pria yang sudah lama menjalin hubungan cinta dengan kekasihnya bisa saja dengan tiba-tiba mengakhiri hubungan. Alasan yang sering kali mereka ungkapkan kepada pasangannya pun cukup beragam. Apa saja?
Berikut ini lima hal yang menjadi alasan kuat seorang pria memutus hubungan cinta, seperti dikutip Health24.
Pacaran jarak jauh
Sebagian pria berpendapat hubungan jarak jauh memang tidak menyenangkan. Oleh karena itu pantaslah jika mereka memakai alasan tersebut untuk memutus hubungan cinta yang semestinya masih bisa dipertahankan.
Perbedaan pola pikir
Seseorang yang sedang mabuk asmara sering kali memaklumi perbedaan pola pikir dengan pasangannya adalah suatu hal yang wajar terjadi dalam sebuah hubungan. Namun, hubungan cinta memang tidak selamanya berjalan mulus, di mana masing-masing pasangan bisa saling menyalahkan satu sama lain. Mereka pun berpendapat bahwa hubungan tidak layak dipertahankan karena tidak ada kecocokan pola pikir di antara masing-masing pasangan.
Kebiasaan buruk
Kaum pria memang harus berhati-hati bila sampai kini masih menyimpan banyak kebiasaan buruk yang kurang disukai pasangannya. Segeralah mengubah kebiasaan buruk Anda tersebut menjadi lebih baik, sebelum pasangan Anda secara tiba-tiba mengakhiri hubungan cinta.
Selingkuh
Lelaki mana pun pasti tidak bisa menerima kenyataan bila pasangannya selingkuh dengan orang lain. Tak ayal jika pria pun tidak bisa menunda lagi untuk mengakhiri hubungan cinta dengan kekasihnya.
Matrealistis
Pria paling tidak tahan mempunyai pasangan yang mempunyai sifat matre. Oleh karena itu dia pun akan merangkai strategi untuk segera mengakhiri hubungan yang bisa membuat tabungannya terkuras habis.

Ada yang mau menambahi?

Away from the sun.

October 26th, 2008 by Alus Setya Pambudhie

Hari ni ga banyak yang dilakuin; bangun tidur sholat tidur lagi bangun lagi, baca buku bentar sambil minum caramel susu. Jam 11.00 on air sampe jam satu siang.

Nonton bola; United - Kids - Wife in that order:p . Sorry yang yang aku tolak ajakan makannya.

Seperti biasa, seri untuk United terasa sebagai kekalahan, sulit banget untuk bisa konsen ke sesuatu kalau United udah seri :amazed:

Otak error, ga bisa diajak kompromi. Padahal niatannya mo bantuin temen translate artikel. Akhire nonton pelem, eh rada maleman dikit ada temen yang ngasih link film, katanya cukup bisa bikin tenang nonton itu. Humor dewasa. Aduh… karena lagi nungguin donlot film juga, jadinya baru didonlot setelahnya. Nungguin donlot sambil baca majalah, eh taunya bangun udah adzan subuh. :nohope:

Tapi aku nemuin sesuatu dari yang aku baca malam itu: “It’s about living your life, and doing things your own way. But it’s also about kind of bringing your self back from being lost”.

Manchester United - Song For The CHAMPIONS

October 24th, 2008 by Alus Setya Pambudhie

Manchester United - Song For The CHAMPIONS

It’s only one United!
It’s only one United!
It’s only one United!
It’s only one United!

Champione, Champione,
Are we, are we, are we.
Champione, Champione,
Are we, are we, are we.
We retain the PremierLeague,
Last year in Merseyside,
Last year in Merseyside,
Last year in Merseyside.
We retain the PremierLeague,
Last year in Merseyside,
Last year in Merseyside.

Ryan Giggs, Ryan Giggs, running down the wing,
Ryan Giggs, Ryan Giggs, running down the wing,
Feared by The Blues, loved by The Reds,
Ryan Giggs, Ryan Giggs, Ryan Giggs.

Ohhh… Teddy… Teddy…
Teddy… Teddy… Teddy… Teddy… Teddy Sheringham.
Ohhh… Gary… Gary…
Gary… Gary… Gary… Gary… Gary Pallister.

Andy Cole, Andy Cole,
Andy, Andy Cole.
He gets the ball and scores a goal,
Andy, Andy Cole.
What a goal, what a goal,
From Andy, Andy Cole,
He gets the ball and scores a goal,
Andy, Andy Cole.

You are my Solskjaer, my Ole Solskjaer,
You make me happy, when skies are grey,
When it is boring, you just keep scoring,
Please dont’ take my Solskjaer away.

O… Walking as the demon,
Beware the demon side,
And when we go Old Trafford,
We see the mighty knight.
And when so far decide,
Then we choose the red and white,
‘Bout that famous Man United boys we’re always dynamite.

Glory Glory Man United!
Glory Glory Man United!
Glory Glory Man United!
And The Reds go marching on, on, on.

Sing up for the champion… (x7)

Coklat 7 Cinta; Sinema Romantis ala Santri

October 23rd, 2008 by Alus Setya Pambudhie

Awalnya sekedar iseng nyari klip di youtube, eh ternyata ketemu sama film ini, film yang diputar oleh RCTI sebagai sineas ini mengisahkan kebingungan Deva (Ine Wijayanti); santriwati yang setiap paginya selalu mendapatkan coklat dari para secret admirers-nya. Mereka meletakkannya di dalam kolong meja tempat dia duduk.

Hari itu Deva meminta Ica dan Anis untuk menebak berapa jumlah coklat yang ada di kolong mejanya. Mereka masing-masing menebak tiga dan dua, yang ternyata jawabannya adalah tujuh. Sejak saat itu selama satu minggu Deva ditembak cinta secara beruntun oleh para screet admirer. Ia tambah pusing karena setiap mereka yang menyatakan cintanya, tidak membutuhkan jawaban. Ada yang berfikir takut untuk sakit hati, ataupun yang penting sudah berkata jujur dan berani mengungkapkan.

Disini kita akan disuguhi bagaimana perjuangan mereka menembus tembok tebal disiplin untuk mengungkapkan cintanya. Nekat, berani, kolot, dan kocak dari mereka menegaskan nuansa cinta ala ABG di pesantren.

Film garapan Sinema Art yang mengambil latar pondok pesantren ini mungkin akan terkesan biasa saja, tapi tidak untuk mereka yang pernah menghirup udara pesantren.
Bagi mereka, ini seperti membongkar gudang memori yang sudah lama terkunci, ingatan bagaimana suasana pesantren dan pengalaman sulitnya melafadzkan bahasa arab dengan kemampuan pas-pasan untuk terhindar dari sangsi.

Percakapan yang digunakan adalah Bahasa arab khas santri, baik pelafadzan ataupun tartib (gramatikal). Namun yang sangat terasa adalah bagaimana setiap pemeran melafadzkannya dengan logat Indonesia, mengentalkan suasana santri belajar muhadatsah bahasa Arab. Disini sutradara dapat memunculkan tokoh Deva yang terlihat pintar; terlihat dari bahasa yang ia gunakan.

Namun ada sesuatu yang saya rasa kurang dalam penggunaan bahasa; bukan pada pelafadzan atau tartib, namun adalah bahasa yang digunakan oleh dewan pengajar. Terasa tidak banyak berbeda dengan santrinya. Saya kira akan terasa lebih indah jika para pemeran pengajar tersebut, mempunyai kelebihan dalam nuthq bil ‘arabiyah.
Ini terlihat pada satu adegan ketika Si Ustadz mendapati Santriwatinya masuk ke tempat santri (studio musik). Juga ketika Si Ustadz yang memberikan ta’limat wa takhdzir (pemberitahuan dan peringatan)kepada mereka yang selalu membelikan coklat.
Dan juga dalam pemberian subtittle, yang sepertinya kurang tepat.

Ada bagian yang menurut saya terasa janggal, yaitu ketika Pak Ustadz yang masuk untuk mengajar kelas. Disitu tidak ada take part shoot atau tidak ada jeda waktu yang mengilustrasikan nuansa belajar, dan tiba-tiba saja waktu belajar sudah habis, yang akhirnya si Ustadz harus undur diri. Baru saja dia mengawali pelajaran, tiba-tiba saja waktu belajar sudah habis.

Sesuatu yang menjadi nilai plus adalah penggambaran suasana pesantren yang sangat jelas. Dengan peraturan serta sangsi disiplin yang dihadirkan, semakin mengentalkan nuansa kehidupan santri. Namun saya kurang faham dengan diperbolehkannya penggunaan HP (mobile) untuk santri. Ini sesuatu yang saya kira jarang ada di pesantren,meskipun modern. Dalam film ini penggunaan telpon seluler sepertinya legal.

Eniwei, buat kalian yang pernah di pesantren, tontonan ini akan membuat kamu harus memutar otak mengingat masa lalu, atau paling tidak akan membuat kamu senyum sendiri. Salut buat para pemeran yang saya rasa berhasil menampilkan peran kesantrian. Ingin tahu bagaimana mereka berperan? Hukuman apa buat mereka yang pacaran di pesantren? tonton aja ndiri yak!

Wawancara Eksklusif ‘IFA’ Maliq & d’Essentials

October 22nd, 2008 by Alus Setya Pambudhie

Seharusnya kemarin sudah saya posting, tapi berhubung ada suatu hal, saya baru bisa memostingnya sehari setelah ulang tahun Ifa. Yep, keyboardist yang terlahir 21 Oktober 1983 ini baru ulang tahun yang ke 25. Semoga panjang umur dan sukses selalu.

Selama obrolan, Mas Ifa ini ga mau dibilang artis, dia lebih suka disebut anak band. Tapi si Chaca ngotot mau nyebut dia sebagai artis, karena baginya, artis adalah mereka yang sudah masuk televisi. (Pendapat orang kampung yang belum pernah liat kamera shooting. Sama cha berarti ma saya:p)

Cool Radio kali ini menyiapkan Rhe dan Chaca sebagai host, obrolan yang diawali dengan sedikit canggung akhirnya melunak dan renyah. Berikut obrolannya:

Cool Radio: Dipanggilnya Mas Ifa aja yah, sebelumnya, sapa dan kenalin diri dulu yah sama coolovers, silahkan mas!

Ifa: Hello Coolovers, saya Ifa dari Maliq & d’Essentials. Kalau nama lengkap: Rif’at Syauqi Rahman Fachir biasa dipanggil IFA, ga pernah dipanggil Rif’at kecuali sama guru.

CR: By the way. Bener ga mas, kalau background mas Ifa ini adalah manusia nomaden?

Ifa: Hahahahaha. Dimulai dari Tk kali yah. Tk awalnya di Jakarta, karena ayah saya yang seorang diplomat, (bukan seorang pelaut lho) jadi ikut orang tua yang pindah-pindah. Betul juga tadi klo dibilang agak-agak nomaden. Dari TK lanjut di Baghdad (Iraq) sampai kelas 2 SD, kemudian balik lagi ke Jakarta. Ketika kelas 5 naik kelas 6 pindah ke New York (Amerika), disana langsung loncat ke kelas satu SMP. Kemudian 4 tahun di New York sampe kelas 1 SMA dan pindah lagi ke Jakarta sampai lulus SMA, juga sampai selesai S1. Alhamdulillah saya sekarang sedang menjalani S2 dan terus menetap di Jakarta. Kalau sekarang dalam tahap penyusunan proposal thesis. Yah mohon doanya supaya lancar. Amin.

CR: OK, sekarang lanjut ke cerita seputar Maliq & d’Essentials-nya. Seringkali kita mengira kalau Maliq itu satu orang dan d’Essentials itu satu band pengiring. Bagaimana itu mas?

Ifa: Nah. Itu memang suatu Kesalahan yang sangat lumrah terjadi. Maliq itu bukan nama satu orang, especially bukan nama vocalistnya. Kita juga bukan dari Malaysia.(most important) Itu juga salah satu yang sering banget jadi kesalahan orang. Mentang-mentang kalau salah satu personil Toophat ada yang namanya Maliq.
Maliq itu adalah singkatan dari Music And Live Instrument Quality. Maliq itu mungkin merepresentasikan konsepnya. Konsep yang dibuat oleh Angga (vocalist) dan Widie (drumer), which is mereka bisa dibilang Maliq-nya. Juga Indra (eksekutif produser di album pertama). Kemudian mereka dibuat satu konsep bernama Maliq.
d’Essentials itu nama band yang mendukung Maliq. Essentials itu kan artinya penting. Maliq itu sendiri Diawali dengan pertemanan, adapun perteman adalah sesuatu yang penting bagi kita. Jadi pada akhirnya Maliq & d’Essentials ini menjadi suatu kesatuan yang ga terpisahkan. As wind and fire, atau cool and the gank. Kita menamakan penggemar kita d’Essentials.

CR: Kalau awal terbentuknya Maliq & d’Essentials itu sendiri bagaimana? berikut dengan perjalanannya.

Ifa: Dimulai dari satu konsep yang dibuat sama Angga dan widi yang juga adik-kakak (kandung).
Maliq & d’Essentials berdiri pada tanggal 15 Mei 2002, kita anggap itu sebagai hari jadi kita. Itu pertama kali kita manggung bersama di suatu lounge yang namanya Prego. Waktu itu di daerah Wijaya-Jakarta. Kemudian selama dua tahun kita “bergerilya”. Berusaha untuk mengenalkan musik Maliq itu seperti apa.
Bawain satu dua lagu kita sendiri dan lebih banyak membawakan lagu dengan aliran black music atau soulfall music. Seperti musik-musiknya Maxwell, Eric Abadou, The Angelo, james brown. Saya sebut bergerilya karena kita berusaha nyekokin aja; Nih type musiknya itu kayak begini.
Selama masa itu kita juga pernah banget manggung nggak ada yang nonton, atau yang nonton cuma orang tua kita, saudara kita, atau temen-temen kita saja. Terus juga ada orang yang request lagu yang aneh terus ga dibawain sama kita kemudian marah. Perjuangannya cukup berat juga, tapi kita berusaha untuk tetap enjoy karena kita bermain musik dengan jujur.
Kemudian pada tahun 2005, dengan 8 personil: Amar (trompet) Jawa (bas) Satrio (gitar) Indah dan Dimi (vocal) Angga (vocalist) Widi(drummer) dan saya sendiri di keyboard.
Kita keluar dengan album pertama yang berjudul 1st Maliq & d’Essentials, dengan single pertama  ‘Terdiam’. Pada tahun pertama mungkin kita mulai ter-ekspose dengan satu event yang bernama Jakarta International Javajazz Festival. Sejak saat itu kita selalu diundang untuk perform disitu.
Kemudian tahun berikutnya kita mengeluarkan repackaged yang pertama, dengan judul: 1st Maliq & d’Essentials  Special Adition. Di tahun 2007, kita berhasil ngeluarin album yang kedua dengan tittle FREE YOUR MIND. Di tahun 2008.awal tahun kita mengeluarkan repackaged juga album FREE YOUR MIND, berjudul “Free your main repackaged”. Yang sedikit beda, kali ini digandeng dengan soundtrack film layar lebar ‘Claudia Jasmine’. Dengan single yang jadi soundtrack ‘dia’.

Kita juga ngalamin perubahan yang cukup signifikan; adalah pergantian personil (pengurangan dan pergantian). Seiring dengan keluarnya repackaged pertama,  Dimi mengundurkan diri untuk mengejar solo karir. Pada awal tahun 2008 ini, Gitaris kita; Satrio mengundurkan diri, yang kemudian diganti Kang Lale. kalau satrio sendiri dia membikin group band Alexa.
Lale gabung awal tahun ini, dan itu tidak pake audisi. Tapi dari rekomendasi temen-temen, kemudian juga chemestrynya asik, sama temen-temen ok. Alhamdulillah sampe sekarang ok.

CR: Dalam pemilihan genre musik sendiri, kenapa harus genre yang sepertisekarang? padahal bisa dikata itu jarang diminati di pasaran.

Ifa: Tadinya mau dangdut, tapi ga bisa koprol:p Simple aja sih; karena ini type musik yang disukai. Kita ga mengotakkan genre musik dalam satu genre in particular. kita ga ngaku musik kita jazz atau disco atau apa, kita bilang musik kita: Maliq Musik atau soul full atau musik yang datang dari jiwa, filosofi kita adalah bermusik dengan jujur, gimana caranya kita menghasilkan yang terbaik dari hati.  saaaaaaaah!.

CR: Nah jadi bagaimana dengan mereka yang sering kali ‘dilabeli’ bermusik untuk uang?

Ifa: Yah kamu. ko disebutin. Ok Begini; Itu adalah satu hal yang sangat disayangkan, kalau kita perhatikan khususnya musik di INdonesia, hampir tiap hari ada aja yang muncul (baik band ataupun lagu). Saya tidak akan menjudge mereka tujuannya ini atau itu. Kalau diperhatikan,  musiknya itu lagi itu lagi, kalau memang itu adalah satu type musik yang memang mereka sukai dan mereka bener-bener jujur dalam bermusik, dan itu adalah kemampuan mereka yang mereka mau bawakan. it’s ok. Asal jangan melakukan sesuatu yang targetnya ga sepenuh hati.

Salah satu tujuan kita adalah menjadikan musik yang seperti ini bukanlah kesan sesuatu yang eksklusif. Awalnya mau membuat ini lebih umum, dan itu akan terasa kita berhasil kalau memang type musik ini sudah populer lazimnya musik pop atau dangdut yang sering didengerin.

CR: Bagaimana dengan Animo masyarakat? Nama fans dan basscamp nya dimana?

Ifa: Alhamdulillah, semakin hari semakin-semakin besar. dalam konotasi positif pastinya.Tujuan kita yang seperti tadi kita tegaskan, sudah mulai menunjukkan hasil.  The Essentials, semakin tumbuh. Dari mereka ada yang pasti datang ketika kita manggung, atau datang ke suatu acara, khusus untuk melihat kita. bascamp kita adalah kantor manajemen Maliq dan juga studio plus dapur rekaman, itu ada di Jl. Pancoran timur VIII no 17. Jakarta Selatan.

CR: Pengalaman menarik mas ifa selama di MAliq? Pahit dan manisnya.

Ifa: Dari yang pahit dulu, kalau dipikir-pikir seh jadi pengalaman lucu. Kalau buat gw pribadi, (agak buka aib sendiri hahahahaha) pas masih manggung di launch. waktu itu saya lagi gendat. Saking gendatnya kursi itu ga kuat menopang berat badan saya, yang akhirnya patah. Jadi semua personil lain pada bingung, “mana keyboardist saya?”. Tapi untungnya, waktu itu ga begitu banyak penonton dan posisi saya agak tertutup tirai. Jadi seumpama di film-film kartun, saya tiba-tiba mengecil. Kalau sekarang diinget lucu aja. (silahkan bayangin yeh:p)

Pengalaman pahit, ini bisa dilihat suatu pelajaran aja kita sebagai suatu band. Sempat ada masa dimana Maliq belum terkenal. Musiknya belum umum, kita bermain dari satu cafe ke cafe lain. wanting to entertain people tapi disisi lain kita juga mau memperkenalkan type musik yang kita bawakan itu seperti apa, adakalanya itu ga da yang nonton, atau kita mengundang temen-temen atau saudara kita, ada juga yang request tapi ga dibawain yang kemudian akhirnya marah-marah. Tapi kalau sekarang kita flash back, itu terasa kocak, dan ini kita hitung sebagai pelajaran saja.

Kalau pengalaman seru, itu banyak banget. Intinya lebih banyak serunya daripada pahitnya. kita ga bisa milih mana yang paling seru; ada waktu kita di java jazz, pernah juga di Sound Adrenaline, atau tour ke Australia dengn artis Indonesia lainnya. Pokoknya sangat banyak. Sering kali ketika break saya bilang ke temen-temen, “Ini adalah one of the best job in the world, you get to do what you love, and you get paid for it”.
 
CR: Apa ada dari d’Essentials yang tergolong hyper fanatik? (gila banget ngefansnya)

Ifa: Alhamdulillah ga ada yang sampe serem, yang awalnya fans kemudian jadi stalker. Yah mungkin sebatas mereka yang hampir setiap kali kita manggung dia dateng.Tapi sampe sekarang masih pada batas yang menurut kita sangat menyenangkan bagi kita, karena mereka menunjukkan supportnya bagi kita. Ya ada sih pengalaman yang sampe dicubit atau dicakar, tapi itukan masih dalam batasan biasa, pernah juga gelang dari pemain terompet kita ilang. Intinya ga ada yang sampe nyeremin. Semuanya masih dibatas kita tertawa.

CR: Gimanasih ceritanya sampe harus ganti personil?

Ifa: Hm…Intinya kita di Maliq, kita selalu mendorong setiap personilnya untuk selalu berkembang, mengembangkan dirinya. Dua kali ganti personil itu salah satu proses pengembangan diri. Dimi mau mengejar solo karir dia dan sudah keluar albumnya akhir tahun lalu, disitu saya turut bantu dengan bikin satu lagu lho.
Awal tahun ini kita ditinggal gitaris; Satrio yang bikin satu band; Alexa. awalnya itu proyek sampingan yang pada akhirnya ia jatuh cinta dan pengin konsen didalamnya, dan kita ga mau menghalangi seseorang untuk mengembangkan diri.

CR: Kapannih proyeksi album terbaru?

Ifa: Proyeksi kita Maret 2009. Sekarang lagi dalam proses pre-production. Biasanya sih kita proses rekaman ketika bulan puasa. Rata-rata di bulan puasa kita banyak gunain waktu luang yang ga terlalu banyak kerjaan untuk proses kreatif dibelakang layar.

Kalau sekarang kita lagi mengepakkan sayapnya, dengan mengembangkan satu management. yang namanya ‘The One Management’. Dan kita baru saja mengeluarkan satu produk dimana Maliq & d’Essentials berperan sebagai produser dan eksekutif produser. Produk itu adalah suatu band yang bernama Twentyfirst Night, dan nama itu karena mereka terbentuk pada 21 September. Kita juga satu lagi (produk yang sebentar lagi kita keluarkan) namanya ‘The Boogiman’. Jadi sekarang kita mencoba untuk berperan dibelakang dan tidak cuma didepan layar.

CR: Bagaimana dengan mereka yang menyanyikan lagu orang lain?

Ifa:Ada juga mereka yang demikian, tapi kalau memang mampu menampilkan kreatif sendiri, why not? dan itu sangat bagus pastinya.

CR: Di lagu terbaru, Mata Hati Telinga itukan masuk single religi, apa ada alasan sehingga membikin lagu religi atau mau ikut-ikutan tren saat itu saja?

Ifa: Bukan ikut-ikutan trend sih sebetulnya, satu momentum dan kesempatan yang diberikan kepada kita sangat pas, pada saat mau memasuki bulan Ramadhan kemarin. Juga bulan ramadhan kemarin kita keluarkan dua single. Pertama mata hati telinga dirilis sebagai single dalam bentuk RBT. Satu lagi berjudul ‘Tafakur’, yang kita rilis bersama dengan satu album kompilasi ‘Lomba Cipta lagu dan Lirik Muslim 2008′. Itu pertama kali Maliq membawakan lagu ciptaan orang lain.

Demikian sejam bersama Ifa.  Semoga ga ada yang terlewat….:ngacir:

Encik Longor

October 19th, 2008 by Alus Setya Pambudhie

Ini cerita sudah tiga hari yang kemarin sih saya tulis, tapi belum juga saya publish disini ataupun di blogku yang lain. Kali ini aku pengin ceritain temen yang sekarang lagi di Malaysia, panggil aja Encik. Sudah tiga tahun ini dia jadi mahasiswi salah satu college disana.

Belakangan dia sibuk abis, mulai dari ngerjain tugas-tugas kuliahan dia yang berputar di lingkaran journalist -sesuai dengan jurusan dia-, sampe ke kegiatan yang berputar di pribadi dia, seperti; ngurus kucing, mikir utang, dan juga sok up-date fashion.:amazed:

Nah, malam itu dia pengin cerita gimana capeknya jadi mahasiswi yang dalam seminggu diberi tugas 4 sampai 5 buah. Saya sih ngerespon dengan mudah. “Anggap itu sebagai jalan jadi orang pintar cik!”. Well, mungkin itu terdengar sok bijak, tapi lebih daripada itu sebenere aku care lho :p. Aku ga punya jawaban lain untuk membuatnya lega. Daripada kalean mesti pusing mikirin capeknya tugas-tugas kuliah plus dosen yang sepertinya ga ada kerjaan laen, mending kalean bawa enjoy aja bukan gawean-gawean itu, toh ga ada maksud lain dari dosen ko selain pengin punya anak didik yang pinter. (Sekali lagi saya sok bijak).

Mungkin dia bosen kali ya, dengan respon saya tiap kali denger dia capek. Yang saya tangkap dari ungkapannya seh dia lagi kurang ketawa, senyum aja kagak. Ya untuk itu sekali-kali saya jawab sesuai dengan perasaan dan pengalaman aja lah, ga pake tanda serius, mungkin saja bisa bikin dia lebih rilex dan lupa dengan numpuknya assignment. Lagi pula saya kan pernah jadi mahasiswa juga:p.

“Kalau saya jadi kamu cik, udah saya pacarin tuh anak-anak dosen itu” kataku datar.

“Iya kalau mereka punya anak, kalaupun punya juga paling masih kecil-kecil. Ataupun udah ada yang pacarin” jawab Encik dengan nada masih lemes.

“Sebodo amat… biar dikata peodopil juga, yang penting dendam tetap lah dendam yang harus dibalas!”ungkapku semangat.

“Hawahwahaha, sadis lw, parah lw. Masa segitunya” kali ini dia lebih sumringah.

Si Encik memang belakangan sering cerita soal keluarganya, nyeritain bagaimana ibunya yang lagi hyper pengin tahu lebih dalam soal pertanian anggrek. Konon beliau punya rencana setelah pensiun dari pekerjaannya yang sekarang, pengin membuka usaha anggrek. Sampe akhire pun dia beli buku-buku dan kamus per-anggrekan, dan yang konyol (seperti kebanyakan oon lakukan) dia jadikan buku serta kamus itu sebagai bantal untuk tidur dengan harapan ilmu didalamnya cepat terserap. :nohope:

Siang hari tadi Si Ibu ke kebun anggrek lagi bareng dengan abah. Teman ibunya yang punya kebun itu, dan ternyata dia hebat banget.. dia sudah nemuin species baru hasil dr perkawinan anggrek.. dia  juga tergabung dengan klub pencinta anggrek di US.. Dan seperti biasa, si Ibu langsung kayak orang kalap. beli banyak banget dan menandai nama-nama species yang sudah ia koleksi di kamusnya.

Kalau pendapatku sih, ada tiga teori yang bisa menjelaskan perilaku ibu Encik tadi. Pertama; Ibu Encik memang lagi banyak duit, dan ga tau mo dikemanin duit-duit itu, karena kedua anaknya cenderung males morotin ibunya.

Kedua; memang ada keinginan untuk membuka usaha baru di masa tuanya.

dan yang Ketiga; sebenere gw takut untuk ngomong ke dia, takut dianya tersinggung, tapi setelah dia desak ya akhire aku omongin juga. Lagian ga tahan juga saya ngempet pengin ngomongnye. Yang ketiga adalah; ibu Encik kesambet setan penunggu taman anggrek pas liburan di Bali kemarin.

Saya kira responnya bakalan dingin atau malah marah, ternyata like mother like daughter, dia juga sama-sama kesurupan. Jadi cuma bisa ketawa aja. Malah kata dia “Tapi kalo dipikir-pikir.. siapa aja nanti yg jd calon gw..  harus siap mental. Dapat ibu mertua aneh kayak mama gw.”

“Iye emang, mesti tabah dapet mertua yang aneh yah, tapi sebenere kalau soal jodoh kamu nanti, utamanya harus sabar dulu seh ngadepin kamu yang ble’e:p”

Sekali lagi dia ketawa dengan respon saya, “Hahahaha, iya itu dulu. Cuman cowok hebat yang bisa dapetin gw :p” kali ini dia ga mau ngalah.

Yah, finally sebelum schezophrenia saya kambuh, Saya cuma bisa doain; semoga orangnya segera kau dapatin ya ncik. Sesuai dengan yang kamu idamin dech, dan pastinya yang bisa sukses ngadepin kekonyolan istri dan mertuanya. AMiiiiiiin.

Madrid Masters

October 19th, 2008 by Alus Setya Pambudhie

Petang tadi, final Tenis Madrid Master dilangsungkan. Mempertemukan Frenchman Gilles Simon dan Andy Murray. British tennis players yang kini berusia 21 tampil heroik untuk mengamankan point demi point, dan finally He’s our Champions. Dan cek senilai £280,000 pun berhak atasnya, adapun runner-up memperoleh £160,000.

Saya tidak akan menuliskan bagaimana jalannya pertandingan yang berakhir dengan 6-4, 7-6 dalam 1 jam 35 menit, totally pertandingannya dahsyat, kedua finalis yang sebelumnya masing-masing mengalahkan petenis no 1&2 (Rafael-Roger) tampil dengan kemampuan maksimal. Manghadirkan nafas dan semangat pemuda yang lapar akan prestasi.

Saya akan mengabadikan moment diamana Simon mengakhiri pengembalian bola yang gagal di point akhir dengan SENYUM. Ya, menyambut kemenangannya, Murray sangat antusias dengan teriakan ekspresi puas. Sementara Simon meresponnya dengan senyum. Ada sesuatu yang lain dari senyumnya, senyum yang menandakan betapa ia menyadari kemampuan lawannya, senyuman yang ia lontarkan dengan tulus pertanda ia merelakan dengan lapangdada. Ia menyadari bahwa dirinya masih harus banyak berlatih.

Bentuknya memang terdengar simple, hanya sebuah senyum. Tapi dari situ kita bisa melihat ketulusan serta sportifitas yang belakangan jarang dinampakkan kebanyakan orang. Olahraga yang sedarinya harus berlatar sportifitas, seringkali malah berbalik arah dengan rasa dendam dan persaingan yang tidak sehat.

Congrats Murray, and Bravo Simon.

Hasil Setelah Berletihan

October 6th, 2008 by Alus Setya Pambudhie

Menghasilkan juga akhirnya persiapan yang serba dadakan kemarin :amazed:. Timming awal acara ‘Wawancara Eksklusif Cool Radio bareng IFA -keyboardist- Maliq & D’Essentials’ Kamis, 2 Oktober pukul 17.00 WK. Menjelang pukul 14.00 ada pemberitahuan dari pihak IFa, diundur jadi pukul 19.00 WK. Well setidaknya ada persiapan tambahan buat crew. Eh, ternyata pukul 16.00 ada pemberitahuan kalau acara tersebut diundur sampai tanggal 7 besok. Damn! semua yang sudah siap berangkat lengkap dengan persiapannya harus kecewa. Pestanya bubar!

Pukul 19.00 ada Bimo datang bawa berita kalau ada konfirmasi ulang dari pihak Ifa, kalau wawancara jadi hari ini, malam pukul 23.00. “Wah gimana dong, semua yang sudah siap tadi siang wis bubar jeck! semua persiapan juga sudah ditangguhkan”. kata Fajar menyambut. “Yo wis, yang bisa aja dipersiapkan” si Bimo santai.

Setelah kontak sana sini, dan persiapan ulang yang amat sangat kepayahan (maklum semua alat minjem:p) akhire kekumpul juga. Jam 20.30 Bimo dan Fajar meluncur lebih awal ke wisma duta, sementara gelombang kedua; Erick, Rhe, Chaca dan Saya berangkat sejam kemudian. Untuk menghemat waktu kita naik Taxi. Diperjalanan aku sambil bawa mixer besar dengan ditopang. bayangin aja dari Nasr sampai Garden mangku mixer. :hammer7ton: Tadinya sih mau ditaruh dibagasi aja, tapi kata Erick nanti goncang-goncang di jalan rusak. Yo wis tak pangkuen dadine.

Setelah perjalanan satu jam, nyampe juga di Wisma Duta, lama juga perjalanan (maklum lagi lebaran, jalan Tahrir dan Cornate Nil rame gila). Semua sudah dipersiapkan sekarang; sound, mixer, michrophone, laptop dan lainnya. Satu yang kurang, aer putih. Rhe belum biasa wawancara, dan dia harus minum air putih buat ngilangin nervous. Sempet sih dia minta ke aku buat nyari, aku mo keluar nyari juga sekitar situ ga ada yang jual, mau minta ke Mas Irfan (sekpri) beliaunya keliatan sibuk banget, sementara acara udah bakalan dimulai 5 menit lagi.

Setelah kelihatan canggung di awal, Rhe dan Chaca akhire bisa ngebawa suasana nyaman saat wawancara. Mas Ifa yang notabene Putra dari Bapak Fachir (dubes Indonesia untuk Cairo) ternyata familiar banget dan ga ngebetein buat diajak ngomong. -ulasan obrolannya nanti ditulis di judul yang beda-

Rhe bilang; “ga kerasa banget ngobrol bareng dia satu jam”. Padahal pertama mulai keliatan banget si Rhe grogi. Diakhir wawancara, Mas Ifa diminta mainin piano, setelah itu acara pemberian cinderamata, dan foto bersama. Nah yang acara terakhir tuh, seperti biasa; karena di kampung jarang ada artis. maklum lah gimana hebohnya :p.

Dan kini, kepayahan itu hilang seketika, ketika acaranya sudah bisa didengerin semua coolovers. Mengudara di ruang dengar coolovers intinya. Keep cool and stay tune in Cool Radio.

God, Me, and You.

October 3rd, 2008 by Alus Setya Pambudhie

24 X 7 = 168. 168-13= 155. Itungannya gitu dech seminggu ini dengan tidurku. Ga ada kata lain setelah kelar gawean, langsung tepar aja. Semua badan greges” aku kira dengan pelampiasan tidur 8 jam bakalan bikin badan enakan, eh malah bangun bawa penyakit baru. flu ama pusing. Yah itung aja itu sebagai nikmat -kata pamungkas penyabar diri-.

Well… bukan itu yang pengin aku tulis, aku pengin ngabadiin apa yang aku dapat di hari ke 5 aku seminggu kemarin, atau dua hari sebelum tepar pembalasan. Hari itu ada temen ngadu lewat enpun. Ada problem yang pengin diomongin, why me? coz u know ’bout me and her, and i always believe dat u have good idea, at least for my problem solving.

Yup, kalau misalnya ada yang bisa aku bantu silahkan datang kawan, begitu aku timpali langsung ditutup tuh phone. Ga lama abis itu dia datang. Kita ngobrol santai, itung” nemenin ngerampungin gawean.

Tiga kali gw nembak cwek, tiga kali juga gw ditolak. Dan sekali gw sampe di level tunangan, sekali itu pula gw mesti ngerasa kecewa dengan keputusan si cewek yang tiba” minta putus. Apa tuhan sudah ga melihat lagi? Kalau dia melihat seharusnya tahu dong isi hati saya. Saya punya niat baik lus untuk menggenapi agamaku. bla bla bla….

Panjang lebar dia orasi, aku hanya magut” sampe dia bilang, lw dari tadi manggut” aje, mo ngasi solusi nggak seh.

Mat -biasa aku panggil dia-! lw puasin” dulu dech cerita, baik dengan umpatan ataupun gombalan, nanti kalau udah kelar giliran aye ngomong. Biar ga ada salah tangkep. Udah selesai sekarang? kalau udah giliran saya:

“Aku tidak akan pakai dalil dari kitab sucimu atau kata” hikmah para pendahulumu, karena aku tahu kapasistasku yang pasti akan kalah untuk mendebatmu. Aku hanya ingin mengatakan, ‘When God made You, He must have been thinking of me’. Itu yang gw bilang ke orang yang selalu jadi bayanganku. Dan untuk kamu; ‘When God Made You, He must have been thinking about some one for you’.
Kalau kau masih menyangsikan tuhanmu yang tak lagi melihat, maka sungguh kau amat keliru kawan, karena sesungguhnya, sebelum apa yang kau alami, Dia sudah melihat apa yang akan kau dapati.