Archive for September, 2008

Why So Serious?

Monday, September 29th, 2008

<img src=”Photobucket” alt=”" />

Yang Ngerasa Ngirim Tolong Kasih Comment :p

Sunday, September 28th, 2008

Huawakwkakawkwka

Pas lagi asyik”nye ngerasain angin semilir mo tidoooooor, eh enpun tereak”.

Yang ngerasa ngirim ni sms, tolong di kasih comment yeh. Kalau ga ngaku ga aye bales smsnya :p

I don’t want to make u mine.
I don’t want to make u love me.
I just want to ask u….let me love u.

kalau mo ngasih comment sekedar bilang, anak es em pe banget juga ga papa ko juragan, (nglirik makelar endog)

Berkaca Pada Kata

Thursday, September 25th, 2008

Diambil dari Blog Tempo - Burhanudin Sholihin

Tempo dan Koran Tempo beruntung memiliki orang yang suka banget dengan kata. Hidupnya benar-benar dihabiskan untuk mengulik dan menjumput kata-kata. Dia sering menyebut dirinya kutukata. Mejanya selalu terbenam dengan tumpukan buku-buku, sumber kata yang tak pernah habis ia gali.

Sang penyelam kata-kata itu adalah Dian Basuki. Om Di, begitu kami memanggilnya. Salah satu temuannya yang spektakuler adalah “Pada Mulanya adalah Kata” yang terbit pada Koran Minggu.

Secuil kata-kata yang ia kumpulkan dari selebritis, mafia, novelis, penyair itu bisa menjadi segelas inspirasi yang menyejukkan atau menjadi lentera yang menerangi jalan hidup, persis seperti Sabda Nabi. Lihatlah kata-kata berikut:

“Kesakitan pikiran lebih buruk daripada kesakitan tubuh.”
Publilius Syrus (Penulis dari Zaman Romawi, abad pertama SM)

Atau simak juga pengembaraan Om Di hingga sampe ke model cantik dan langsing (kalau tak bisa disebut kurus kering) ini….:

“Merasa letih adalah dosa.
Kate Moss (Model, 1974-…)

Simak juga yang berikut ini:

“Bagi kita, yang ada hanyalah ikhtiar. Sisanya bukan urusan kita.”
T. S. Eliot (Penyair, 1888-1965)

Untuk yang sedang jatuh cinta tak ada salahnya melihat kata-kata ini, agar “tetap menginjak bumi”:

“Bila cinta bukan kegilaan, itu bukan cinta.”
Pedro Calderon de la Barca, sastrawan, 1600-1681

Untuk yang disakiti bos, atasan, tetangga atau juga pacar berkacalah pada kata-kata berikut ini, mudah-mudahan akan lebih tegar:

“Sesuatu yang tak membunuhmu hanya akan membuatmu lebih kuat.”
Friedrich Nietzsche, Filsuf, 1844-1900

Kamu tidak akan tahu seberapa kuat dirimu, jika belum merasakan kesakitan”
Tyler Durden dalam film Fight Club

“Seorang kekasih akan terurai warna aslinya saat berada di puncak kesedihan dan kesakitan.”
Honore de Balzac, penyair

“Memaafkan merupakan bentuk final dari cinta.”
Reinhold Niebuhr (Filosof, 1892-1971)

“Menjalani hidup sebaik-baiknya adalah cara terampuh membalas dendam”
Dorothy Parker, Penyair (1893-1967)

Kata-kata yang menyegarkan yang dipungut Om Di ini bisa membuat kita menangis, sedih, tambah semangat tapi juga bisa juga tambah ketawa atau tambah kaya. Cobalah telusuri kata demi kata di larik berikut ini:


“Pinjamlah uang dari si pesimis, ia toh tidak berharap uang itu kembali.”

Entah siapa

“Perempuan tanpa lelaki ibarat ikan tanpa sepeda.”
Gloria Steinem (Jurnalis dan feminis, 1934-…)

Jika kau pikir bosmu bodoh, ingatlah: kau tak akan punya pekerjaan bila ia pintar.
John Gotti (Bos mafia, 1940-2002)

“Ketakutan tak bisa dilenyapkan, hanya bisa diredakan tanpa kepanikan dan oleh akal.”
Vannevar Bush (Insinyur, 1890 - 1974)

“Tak ada kesalahan, tak ada kebetulan. Seluruh peristiwa adalah rahmat yang diberikan agar kita belajar darinya.
Elizabeth Kubler-Ross (Psikiater)

Mereka yang tak ingat masa lampau akan dikutuk untuk mengulanginya.”
George Santayana (Filosof, 1863 - 1952)

“Kebenaran itu ibarat matahari. Engkau bisa bersembunyi darinya barang sebentar, tapi kau tak bisa lari menjauhinya.”
Elvis Presley (Musisi, 1935-1977)

“Engkau tak serta merta jadi seorang ayah hanya karena mendermakan sperma”.
Sarah Michelle Gellar (Pemain film, 1977-…)

“Siapa yang membisikkan gosip padamu, ia akan menggosipkanmu”
Pepatah Turki

Tanpa musik, hidup akan menjadi sebuah kesalahan.
–Friedrich Nietzsche (Filosof, 1844 - 1900)

Masih beribu larik kata lainnya yang telah dipungut oleh Om Di. Silakan mengubek-ubek sendiri di Koran Tempo dan berkaca sepuasnya…

Berdoa tidak mengubah Tuhan, melainkan mengubah ia yang berdoa
Soren Kierkegaard (Filosof, 1813-1855

Nyoba Jujur!

Monday, September 22nd, 2008

Kejadiannya udah lama sih, tapi imbasnya ampe sekarang masih aje kerasa. Pastinya tiga tahunan kemarin, seblum dateng ke negerinye Om Mubarak, saya ketemu sama orang yang ternyata belakangan bakal aku panggil sayang. Kejadiannya gimana, aku ndiri juga ga tau pastinya, yang jelas ga lama setelah nyampe sini, kita baru nyadar kalau ternyata kita ada kaitan emosional (bener ga ya bhasanya).

Nah, udah gitu tu anak kan baik banget ma aku selama ini, ya udah. kebaikan ga ada yang bisa untuk membalasnya selain kebaikan pula bukan? so ya kita jabanin dengan kebaikan juga dong. Eh pas nyampe sini ternyata banyak cobaannya, secara ga langsung saya terjebak di arus yang kata si Gojel namanya LDR. Tau dech paan, pas belakangan, baca” forum baru tau kalau tu artine Long Distance Relationship alias pacaran jarak jauh. Gubrak! aku baru nyadar kalau ternyata udah pacaran, padahal janjinye ama yang pertama; bakalan ga ngelirik yang laennya:p

ah itu kan ga sengaja, tapi apa dia mo nerima gitu aja. meneketehe. Eniwei aku ga sengaja dengan ini semua, tapi ternyata yang pertama ga mo nerima, ya udah kita mesti sharing pendapat (perang; terlalu kasar:p). STOP sampe sini aja ni cerita, jadi ga sampe ke maksud gw mo nulis.

Singkat kata aku udahan ama yang pertama, sebenere ga bisa dibilang pertama juga seh, orang sebelumnya ada, hawhahwhawha, sok laris :p. Tapi ga tau yang keberapa jadi tulis aje yang pertama disini. nah sekarang ama yang baru. NI anak kesian juga kalau aku bilang, soale aku bilang sayang kalau lagi sms atau chating ma dia doang, selebihnya kagak pernah mikirin. Dan emang itu yang aku cari seh, ga ada waktu buat mikirin yang begituan. tapi seperti yang gw bilang diatas, kejadiannya cepet banget, not under my control.

Mungkin udah dasarnya manusia itu baikya. buktinya ga ada seorang aja yang mau diolok”. and you know what? aye udah dibilang memperlakukan seseorang dengan tidak adil, sebabnya simple. ga sms dua minggu.

Edan gw bilang. masa gitu aja sampe ngomel” banget seh, hah… ternyata emang bener kata orang” sekeliling aye. Terkadang apa yang kita anggep remeh itu bener” berarti buat orang lain, dan hari itu gw ngerasain banget kalau sms yang remeh (at least in my opinion) adalah sesuatu yang mahal banget buat doi. Ujung”nye putus juga, tapi gw bener” ngarepin kita baikan. Baikan bukan sebagai pacar, tapi temen. Karena gw kenal dia lebih awalnya sebagai temen, bukan apa”. Rugi banget kalau cuma gara” status pacar (temporary) bisa ngerusak status temen yang mestinya lebih langgeng untuk dijaga.

Ok guys. sorry kalau tulisannya amburadul, acak”an. ga tau ujung pangkal. Ini untuk kamu nadhia.